Musim Ikan Penja Datang Lagi, Waktunya Buat Penja Pais


Bagi orang Mandar, siapa tidak kenal dengan ikan Penja, ikan penja adalah ikan berukuran kecil yang serupa dengan ikan seribu, walau mungkin tidak bisa serta merta ikan penja disamakan dengan ikan seribu karena ada banyak jenis ikan berukuran kecil seperti ini. 

Ikan penja terkenal dengan kelezatannya, semua orang Mandar sepertinya tak ada yang tak suka dengan kuliner yang satu ini. Olahan ikan ini ragam dikreasikan di dapur, namun secara tradisional hanya ada dua teknik penyajiannya, ikan penja diolah dalam keadaan basah, atau dalam keadaan kering. 

Penja menurut folklore di Mandar adalah jenis yang dijatuhkan dari langit, jika ia mendarat di lautan maka akan menjadi ikan penja sementara yang jatuh di darat akan menjadi ulat, tak dapat dinalar mungkin tapi ini yang paling sering terdengar di cerita rakyat suku Mandar.

Kemunculan ikan penja tertentu saja, jenis ini punya musim tersendiri, jadi Anda sewaktu-waktu tak dapat menemukannya di pasar-pasar tradisional. Biasanya musim Penja akan jatuh pada saat "Bulang Mate" atau bulan mati, yaitu masa dimana bulan tak tampak sama sekali. Lokasi kemunculannya biasanya banyak ditemukan di muara-muara sungai kecil atau besar di sepanjang perairan wilayah Sulawesi Barat. Di Kabupaten Polewali Mandar banyak ditemukan di muara sungai Tinambung, atau di muara sungai kecil di kec. Campalagian serta di daerah pesisir muara sungai Mapilli, juga menjadi lokasi kemunculan ikan penja.

Saat sedang musimnya, maka penja akan hadir dalam keadaan basah pada awalnya, tergantung pemiliknya kemudian penja akan diolah seperti apa, jika dalam kondisi masih basah dan segar ia cocok dijadikan menu "Penja Pais" atau penja pepes, dapat juga disajikan dalam menu "Penja Perkedel"  atau perkedel penja. Jika ingin menyimpannya dalam waktu lama ia dapat diawetkan dengan cara diasinkan dan terakhir diolah menjadi "Penja Tumis". 

Untuk resep ikan penja basah orang-orang Mandar biasanya mengolah ikan ini menjadi kuliner yang disebut dengan nama "Penja Pais" atau "Pepes Penja", ikan ini setelah dicuci bersih, maka akan dicampurkan dengan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, merica, jika ingin agak pedas maka dapat ditambahkan cabe, setelah bumbu ini dihaluskan maka terakhir dicampurkan dengan ikan penja, dibungkus daun pisang lalu selanjutnya dipanggang di atas kuali tanah liat. 

Ada kadang-kadang yang memasukkan atau mencampurkan daun kedondong sebelum penja dipanggang, ini adalah agar rasa asam daun kedondong masuk bercampur menjadi satu hingga selain gurih dan lezat, penja juga menghadirkan rasa asam agak kecut. 

ikan penja mandar sulbar
Ikan penja yang masih dalam keadaan segar dan basah yang dapat dijadikan bahan dasar untuk membuat menu Penja Pais, atau Ikan Pepes Penja (Foto : www.tommuanemandar.com)

Penja basah yang sudah dipepes kemudian setelah masak akan disajikan dengan sambal jeruk dengan campuran cabe, paduan menu kuliner penja pais terkenal sangat menggiurkan bagi orang Mandar. Jika Anda pernah berkunjung ke wilayah Sulawesi Barat dan mendapati musim penja, maka cobalah untuk meminta dibuatkan kuliner yang satu ini, rasanya sungguh lezat. 

Untuk ikan penja sulbar yang menurut orang adanya hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Barat, maka hal ini cenderung keliru, ikan ini tidak hidup endemik di Sulawesi Barat saja. Di Gorontalo, misalnya ada jenis yang sama namun berbeda istilah penyebutan, mereka menyebutnya dengan nama ikan Nike. Dalam Ilmu biolgi ikan Ikan Penja disebut dengan nama Ikan Goby menurut seorang peneliti yang pernah mengkaji dalam soal ikan ini. 

Ikan penja untuk ibu hamil kabarnya baik dikonsumsi, kandungan protein tinggi dalam ikan ini menjadi suplai nutrisi yang sangat baik untuk ibu hamil dan janinnya. Sepeti manfaat jenis ikan teri yang biasa diberitakan, ikan penja juga tentu saja baik untuk kesehatan dan pertumbuhan janin dalam kandungan.
Tag : Kuliner
0 Komentar untuk "Musim Ikan Penja Datang Lagi, Waktunya Buat Penja Pais "

Selamat datang di website Tommuane Mandar.Com silahkan tambahkan komentar Anda

Back To Top