Ilham Setiawan, Tergugah Dari Lembah Dusun Coci, Desa Banua Adolang, Kec. Pamboang, Kab. Majene

Namanya Ilham Setiawan, sandal jepitnya harus hanyut saat kami menyeberangi sungai di dusun Bung desa Kalumammang, kec. Alu, Kabupaten Polewali Mandar saat hendak menuju dusun Coci, desa Banua Adolang, kec. Pamboang, kab Majene,  sepertinya bisa ia kejar, namun entah mengapa tidak ia lakukan, ia merelakannya, jadilah ia membeli alas kaki baru sebelum kami kembali pulang dari Coci.

Kalau ada orang yang bertanggung jawab pada pendirian Taman Baca Coci maka sepertinya tidak bisa lepas dari pemuda tampan asal Barane, Banggae Timur ini, Kelas Inspirasi titik awal gerakannya, setelah ia berkunjung pertama kali ke Coci ia tergugah untuk membangun gerakan pendidikan lewat Taman Baca, dan disambut baik oleh Kepala Dusun Coci, dikisahkannya, pertama kali ke Coci ia menghabiskan satu buah balsem pedas untuk meredakan nyeri otot dan pegalnya melalui perbukitan Coci yang curam.

Ratusan buku koleksi Taman Baca Coci yang kini menghiasi rak-rak buku memanjang dibawah kolong rumah kepala dusun Coci juga atas efek tindakannya, ia sudah beberapa kali mendaki ke Coci membawa carel gunung berisikan penuh buku-buku, ia rutin menyambangi penyalur buku gratis di Sulawesi Barat seperti jaringan Pustaka Bergerak Indonesia untuk menambah koleksi bacaan bagi anak- anak Coci..

"Teman-teman tidak mau kesini kalau tidak ada saya, teman-teman di Majene bahkan kadang bercanda memberi saya gelar Kapala Coci" itu katanya. Sudah beberapa kali ia membawa banyak kelompok, relawan pengajar ke dusun ini untuk memberikan ilmu dan pendidikan singkat bagi anak-anak di Taman Baca, dan sambutan anak-anak Coci selalu semangat untuk belajar soal hal-hal baru yang selalu dibawa oleh pengajar dengan berbagai macam latar keilmuan. "Gerakan literasi sedang mundur sekarang, tidak sama seperti dulu saat awal lahirnya menggebrak Sulawesi Barat" ini menurut pandangannya, ada ritme yang menurun untuk soal pendidikan terutama bagi pendidikan anak. 

Selain soal literasi Ilham juga memimpikan adanya kucuran dukungan dari pemerintah desa Banua Adolang, kecamatan Pamboang, kabupaten Majene untuk maksimalisasi potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki Coci, "warga di dusun ini tak semangat bertani, ada Kakao tapi tidak diperhatikan, pun jika ada mobilisasinya yang terhambat dengan akses jalan yang sulit".   

"Pemuda di desa ini jarang muncul, mereka lebih banyak berdiam diri di rumah atau gaul ke arah Pamboang, mereka tak tahu apa yang hendak dikerjakan" itu katanya, terbukti saat siang hari, kondisi dusun sangat lengang, meskipun hanya ada beberapa rumah di dusun ini, para pemudanya lebih banyak tak terlihat di jalur utama jalan dusun, hanya ada anak-anak yang kadang berlarian dan bermain, itupun saat berlangsung kegiatan pendidikan di Taman Baca Coci, mereka akan lebih banyak berkumpul di Taman Baca untuk mengikuti kegiatan, sama yang seperti terlihat saat Minggu, 06 Januari 2019 kemarin. 

ilham setiawan dusun coci desa banua adolang pamboang majene
Ilham Setiawan bersama dengan anak-anak Coci setelah menbeli alas kaki baru sesaat sebelum kembali dari dusun Coci, desa Banua Adolang, kec. Pamboang menuju dusun Bung, desa Kalumammang, kec. Alu, Kab. Polewali Mandar (Foto : www.tomandari.blogspot.com)

Ilham juga menambahkan komentarnya lagi "Seandainya pemuda-pemuda Coci itu saat turun ke Kota mengakses informasi pertanian lewat Youtube misalnya, mungkin pertanian akan berkembang di Coci, tetapi itu tidak mereka lakukan, informasi itu hanya terbatas diakses". 

Potret sederhana seorang Ilham Setiawan tergambar jelas saat bersamanya menuju Coci, dengan modal kendaraan beroda dua jenis Suzuki Smash keluaran tahun 2000an  yang masih mampu mendaki dan menuruni bukit Beuwas, jenis kendaraan ini memiliki cc kecil dibawah 150 dengan beberapa komponen mesin yang sudah beberapa kali diganti. Motor Smash nya masih mampu menuju dan pulang dari Coci, walau kemudian harus kemudian bahan bakar di daerah desa Tandassura dan kembali habis di area Majene saat berada di Lutang.  Sederhana untuk ukuran relawan pendidikan yang walau bukan miliknya secara genealogis. Seorang Ilham tidak dilahirkan di Coci, dan tidak memiliki keluarga di Coci, hanya saja kepeduliannya yang tinggi menggugah gerakannya untuk mengembangkan generasi di Coci. 

Berbagai macam usaha "fund raising" juga telah dilakukannya bersama dengan timnya. "Secara profesional kami mendaftarkan program pendidikan Coci dalam website funding www.kitabisa.com (program masih dapat dilacak di website ini) dan terkumpul dana yang digunakan untuk membuat alas untuk Taman Baca Coci" saat ini meski berada di bawah kolong rumah, kita tak lagi menginjak tanah, ada alas papan beralaskan bekas banner yang digunakan sebagai penutup. "Papan ini dibeli dengan bantuan Ibu kepala Dusun, ibu Rahmania, sang ibu lah dan warga dusun lainnya yang mengusahakan untuk pengadaan kayu untuk papan, dengan sumber dana dari kitabisa.com"  Hal ini dikisahkan oleh pemudi Polewali Mandar, Dian Febriani, relawan pendidikan  berlatar belakang jurnalis LPM Profesi UNM yang terakhir juga gencar membantu gerakan Ilham di Taman Baca Coci. 

Tidak setiap pekan Ilham dan Dian dan kawan-kawan relawan pendidikan lainnya bergerak menuju Coci, biasanya mereka datang sekali sebulan, atau saat ada kegiatan-kegiatan penting misalnya mengantarkan pengajar-pengajar baru, membawa buku, atau kegiatan-kegiatan insidental lainnya. Mereka juga kadang menjadikan Coci sebagai tempat liburan yang bermanfaat saat sedang suntuk dengan kondisi hiruk pikuk kegiatan di kabupaten.   

Potret pemuda  relawan pendidikan yang mungkin sedikit ditemui di era milenial seperti ini, pemuda saat ini, terutama yang berada di kabupaten berlomba menuntut ilmu  sedikit peduli dengan kegiatan-kegiatan sosial dan pengembangan komunal, tetapi pemuda yang satu ini berbeda dengan yang lainnya, tergugah dari lembah di dusun Coci, desa Banua Adolang, Pamboang, kabupaten Majene.
0 Komentar untuk "Ilham Setiawan, Tergugah Dari Lembah Dusun Coci, Desa Banua Adolang, Kec. Pamboang, Kab. Majene "

Selamat datang di website Tommuane Mandar.Com silahkan tambahkan komentar Anda

Back To Top